Prof. Emil Salim: Ekonom & Pejuang Langit Biru

: Minggu, 31 Maret 2013

Nama Emil Salim dan lingkungan hidup seolah tak bisa dipisahkan. Kepeduliannya pada lingkungan membuat Emil Salim pernah dipercaya sebagai menteri yang mengurusi lingkungan hidup.

Rupanya kepedulian Emil pada lingkungan karena pengaruh ibundanya.

"Ibu saya mengajarkan hubungan antara Tuhan, Alam, dan Manusia. Ya dari situ semua yang membuat saya peduli dengan lingkungan," ujar Emil di sela-sela penyerahan penghargaan dari World Wide Fund (WWF) The Leader of Living Planet Award di Auditorium Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Jumat (14/9/2012).

Sang ibunda juga memberikan filosofi tentang hubungan manusia yang mendalam terhadap mantan Menteri Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup ini. Dia pun teringat kenangan saat kecil dulu. Kenangan ketika dia diajak oleh orang tuanya untuk melihat jalur migrasi gajah di Pulau Sumatera.

"Bapak saya itu bertanggung jawab bikin jalan. Waktu saya kecil diajak untuk melihat dan mencari jalur gajah," ucap pria kelahiran Lahat, Sumatera Selatan, 8 Juni 1930 ini.

Dia menerangkan gajah di Sumatera Selatan ada yang bernama elephant trail. Emil berpesan di daerah yang terdapat populasi gajah, maka manusia jangan pernah memotong jalan gajah.

"Karena gajah itu nggak tahu apa-apa, terbukti tahun 2000-an ada gajah menabrak transmigran. Gajah nggak tahu apa-apa karena dia hanya mengikuti instingnya," kata pria yang kini menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

Karena perhatian besarnya pada lingkungan, Emil pun diganjar penghargaan dari World Wide Fund (WWF) The Leader of Living Planet Award. Emil Salim mendapatkan penghargaan yang sama dengan yang didapatkan mantan Sekjen PBB Kofi Annan karena sumbangannya terhadap lingkungan.

Saat menerima penghargaan itu, Emil mengenakan batik cokelat dan datang dengan didampingi istrinya yang mengenakan gaun hijau. Penghargaan untuk Emil diberikan dalam bentuk piagam berbingkai hitam. Dengan penghargaan tersebut, berarti Emil Salim dinilai telah berkontribusi secara signifikan terhadap pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Dirjen WWF International, James P. Leape, dan disaksikan oleh Chair of the Board WWF Indonesia, Kemal Stamboel, dan CEO WWF Indonesia, Efransjah dalam acara perayaan 50 Tahun Misi WWF di Indonesia. Emil pun menyambut baik penghargaan tersebut.

Penghargaan The Leader of Living Planet ini dikeluarkan pertama kali pada tahun 2000. Para tokoh dunia yang pernah menerima penghargaan tersebut antara lain Kofi Annan, Menteri Perikanan Norwegia, Perdana Menteri China, dan Menteri Bidang Pengairan Perancis. Ketika disebutkan Sekjen PBB Kofi Annan pernah menerima penghargaan serupa, Emil mengaku tidak begitu mengetahui. Namun menurut dia, inti penghargaan tersebut adalah kepedulian pada kelestarian planet Bumi.

"Saya kira begitu, intinya living planet. Bagaimana Bumi ini bisa jadi hidup? Bukan hanya membangun benda mati, tapi sustainable growth," ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Guru Besar FE Universitas Indonesia tersebut.

Share
Hits: 1593

Universitas Indonesia  ll  Direktorat Hubungan Alumni UI 

 ILUNI FE   ll   ILUNI FH  ll  ILUNI FK  ll  ILUNI FT  ll  ILUNI FKG  ll  ILUNI Fasilkom  ll   ILUNI FIB  ll  ILUNI FIK  ll  ILUNI FISIP  ll  ILUNI FKM  ll  ILUNI FMIPA  ll  ILUNI FPSI  ll  ILUNI PASCA  ll   ILUNI VOKASI 

Copyright © 2013 - Ikatan Alumni Universitas Indonesia  - All rights reserved

Share