“SAYA HANYA SEBUAH SEKRUP ….”

Category: Kiprah Alumni : Rabu, 25 September 2013

Ada yang menarik dari penuturan Johan Budi dalam bincang-bincangnya di HBH ILUNI DTGPK FTUI sabtu 7 Sep 2013 yang lalu, yakni bahwa korupsi sudah merasuki semua profesi dan semua level, mulai dari pejabat pemerintah, tokoh agama, dokter, dosen, anggota DPR, tokoh masyarakat, politisi, dan lain-lain.

 

Beliau juga menambahkah, “Saya termasuk orang yang tidak percaya bahwa orang korupsi karena tidak mampu atau karena memiliki penghasilan yang kecil”. Hal tersebut dikaitkannya dengan operasi tangkap tangan dari seorang pejabat publik dibidang Migas yang ditengarai memiliki gaji 300juta rupiah per bulannya.

Lebih lanjut Johan Budi menjelaskan bahwa hal tersebut menambah rumit dan kompleksitasnya pemberantasan korupsi. Belum lagi adanya ketidaksamaan komitmen dari seluruh elemen (penegak hukum, legislatif dan eksekutif) dalam memerangi korupsi ini. Banyak contoh diuraikannya tentang minimnya putusan yang dibuat hakim pengadilan dibandingkan dengan tuntutan jaksa KPK dalam beberapa kasus, seperti kasus Artalyta Suryani, Angelina Sondakh dll. Usulan dan rencana KPK untuk memiliki kantor di setiap propinsi masih mendapat pertentangan dari DPR, sehingga otomatis hanya satu kantor KPK di Jakarta yang menangani tindak pidana korupsi di seluruh Indonesia. Lain halnya dengan pihak kejaksaan dan kepolisian yang memiliki kantor di seluruh Indonesia.
 
Yang paling membuat miris para alumni adalah ketika Johan Budi menceritakan bagaimana sambutan dan apresiasi yang luar biasa yang diberikan kepada KPK di luar negeri. Pada waktu KPK menerima penghargaan Ramon Magsaysay di Manila beberapa waktu yang lalu, standing aviation yang luar biasa dan tidak putus-putusnya diberikan oleh seluruh hadirin yang ada. Bahkan ketua Mahkamah Agung (MA) Phillipina mengatakan sambutan yang diterima KPK jauh melebihi dari apresiasi masyarakat Phillipina sendiri terhadap dirinya dan institusinya sendiri.
 
Di dalam negeri, walaupun juga banyak dukungan nyata yang diberikan kepada KPK, baik berbentuk jutaan sms, email atau bahkan dukungan fisik (datang langsung menyatakan dukungan ke KPK), tapi serangan kepada KPK juga tidak kalah banyaknya, baik terhadap institusi itu sendiri maupun terhadap perseorangan seperti yang sering dialami oleh Johan Budi.
 
Pada akhirnya Johan Budi mengajak semua alumni DTGPK, baik sebagai Pribadi maupun sebagai paguyuban untuk bersama-sama mendukung KPK dalam memerangi korupsi dan mencegah terjadinya korupsi, baik dari diri  sendiri dan juga di lingkungan kerja masing-masing. “Mari kita tinggalkan jabatan kita, bersama-sama sebagai anak bangsa membantu menciptakan Indonesia bersih dan memerangi korupsi bersama-sama KPK. KPK bukanlah malaikat, kami juga bisa berbuat salah, oleh karena itu dibutuhkan konsistensi dari seluruh lapisan masyarakat untuk menciptakan budaya malu untuk korupsi”, demikian tandas Johan Budi.
 
Dalam sambutannya ketika menerima plakat dan piagam, Johan Budi menyatakan terima kasihnya kepada ILUNI DTGPK atas penghargaan yang diberikan dan menutupnya dengan mengatakan, “Saya hanyalah sekrup kecil yang sebenarnya tidak memiliki arti apa-apa dalam pemberantasan korupsi melalui KPK”. Sebuah pernyataan yang jarang sekali disebutkan oleh seorang pejabat Negara (MPLT).

Share
Hits: 1607

Universitas Indonesia  ll  Direktorat Hubungan Alumni UI 

 ILUNI FE   ll   ILUNI FH  ll  ILUNI FK  ll  ILUNI FT  ll  ILUNI FKG  ll  ILUNI Fasilkom  ll   ILUNI FIB  ll  ILUNI FIK  ll  ILUNI FISIP  ll  ILUNI FKM  ll  ILUNI FMIPA  ll  ILUNI FPSI  ll  ILUNI PASCA  ll   ILUNI VOKASI 

Copyright © 2013 - Ikatan Alumni Universitas Indonesia  - All rights reserved

Share