Jahja Setiaatmadja: Indonesia Most Admired CEO 2013

Category: Kiprah Alumni : Jum'at, 14 Juni 2013

Keberhasilan seseorang dapat diraih ketika ia mau dan mampu belajar dari pengalaman hidup dan berani untuk melakukan perubahan. Demikian juga dengan Jahja Setiaatmadja, kondisi kehidupan keluarga yang pas-pasan justru menjadi pemicu semangatnya untuk memperjuangkan hidup.

 

Ayahnya bekerja di Bank Indonesia yang setelah 35 tahun bekerja hingga pensiun jabatannya sebagai kepala kasir. Kesempatan kuliah di Jurusan Akuntansi FEUI tidak disia-siakan, meski harus turun naik kendaraan umum untuk pergi dan pulang kuliah. Baru ketika menjadi mahasiswa tingkat 3, ia bisa mencoba motor Honda CB 100 karena sang ayah diberi kesempatan untuk kredit motor di tempat kerjanya.

Jelang akhir kuliah, ketika tengah menyusun skripsi, Jahja memutuskan untuk mencari kerja dan diterima sebagai Junior Accountant di kantor akuntan publik Pricewaterhouse. Selain bekerja di kantor, ia kerja sambilan di sebuah rental kaset untuk mendapatkan tambahan uang saku. Tak disangka, justru dari kerja sambilan di rental kaset itu peruntungan karirnya berawal. Salah satu pelanggan setianya, Rudy Capelle, mengajaknya bergabung dengan Kalbe Farma yang ketika itu tengah melakukan peremajaan sistem akuntansi.

Memulai karir di Kalbe Farma sebagai Asistant Manager Cost Accounting tahun 1980, 4 tahun kemudian ia dipercaya sebagai Senior Finance Manager. Dan tahun 1988, Jahja dipromosikan sebagai Direktur Keuangan dan bertugas mengelola seluruh keuangan dari Grup Kalbe yang memiliki bisnis di berbagai bidang, mulai dari farmasi, properti, distributor, kosmetik, Kodak film, travel, hingga bank.

Awal tahun 1989 Jahja mendapat tawaran dari Kornferry, sebuah perusahaan headhunter dari Singapura, untuk bekerja di Indomobil. Setelah dipertemukan dengan sejumlah pejabat senior di Indomobil dan diyakinkan karirnya dapat lebih berkembang, Jahja akhirnya memutuskan bergabung dan ditugaskan sebagai Direktur Keuangan.

Tidak lama di Indomobil, tahun 1990 Andree Halim mengajaknya untuk memasuki dunia perbankan dan mengatakan bahwa sejak tahun 1988 dunia perbankan tengah mengalami perkembangan yang luar biasa. Sementara BCA, yang ketika itu satu group dengan Indomobil, tengah membutuhkan tenaga untuk melengkapi formasi timnya.

Meskipun dari segi pangkat mengalami down grade, Jahja menerima tantangan itu dan bergabung dengan BCA tahun 1990 sebagai Wakil Kepala Divisi. Selain alasan peluang, rupanya Jahja akhirnya juga ingin berkiprah dibidang perbankan sebagaimana sang ayah.

Tak berbeda dengan perjalanan karirnya sebelumnya, jejak rekamnya di BCA juga tercatat meyakinkan. Setelah 5 tahun menjabat sebagai Wakil Kepala Divisi, Jahja dipromosikan sebagai Kepala Divisi. Tahun 1999, ia diangkat menjadi Direktur dan tahun 2005 dipercaya sebagai Wakil Presiden Direktur. Akhirnya, setelah 21 tahun berkarir di perbankan, Jahja meraih posisi puncak di BCA sebagai President Director pada tahun 2011.

Dari perjalanan karirnya, Jahja sempat menganalogikannya dengan permainan golf yang ia gemari. Menurutnya, dalam permainan golf, ada kalanya seseorang dapat bermain bagus dan ada kalanya pula bermain jelek, ada kalanya dihinggapi nasib bagus dan ada kalanya pula dihinggapi nasib jelek.

Dia mencontohkan saat seseorang bermain bagus, kadang tiba-tiba bolanya melenceng mengenai pohon dan batu, akhirnya jauh dari sasaran. Namun kadang kala, seseorang bermain jelek, tiba-tiba bolanya mengenai pohon dan arah bola malah mendekati sasaran.

“Itu menandakan bahwa dalam kehidupan ini ada naik dan ada turun. Jadi, mau memaksa tapi belum waktunya tidak akan bisa. Namun, yang tidak disangka-sangka bisa terjadi. Itulah kehidupan,” kata Jahja.

Meskipun begitu, Jahja menggarisbawahi, untuk bisa berhasil dalam berkarir, seseorang harus memiliki semangat pantang menyerah, kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, serta kemampuan bekerjasama secara sinergis dalam sebuah tim kerja. Kuncinya, menurut Jahja, seseorang harus mencintai dan menghayati pekerjaannya sehingga ia dapat menikmati setiap tugas pekerjaan yang diberikan.

Pada puncaknya, Jahja meyakini betapa pentingnya pemimpin perusahaan membangun sebuah kerja sama tim yang solid sehingga dapat bekerja secara efektif.

“Tak ada perusahaan yang bisa berdiri hanya karena pemimpinnya yang hebat. Tak ada superhero dalam perusahaan. Dibutuhkan kerja sama yang baik antara satu sama lain,” tegas Jahja.

Ketika seorang pemimpin mengambil keputusan, kebijakan dan strategi, Jahja menekankan pentingnya mendengarkan masukan dari staff yang berada di lapangan, mendengar berbagai feedback yang didapat. Selain itu, seorang pemimpin harus bisa mencari terobosan-terobosan baru yang bisa membawa perusahaan naik tingkat menjadi lebih baik dan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh karyawan dengan semangat dan hasrat yang besar untuk meraih prestasi terbaik.

Atas reputasi, totalitas dan kepemimpinan yang inspiratif, Jahja mendapat banyak penghargaan dari berbagai lembaga baik nasional maupun internasional. Diantaranya adalah Best of Chief Finance Officer (CFO) di Indonesia tahun 2005 (Institutional Investor Magazine, London), Runner Up of Best CFO Award 2008 (Finance Asia), CEO of the Year 2011 (Indonesia Property & Bank Award 2011), CEO of the Year 2012 ( Indonesia Property & Bank Award 2012), dan Best CEO Indonesia 2012 (Finance Asia).

Awal tahun 2013, Jahja kembali memperoleh penghargaan bergengsi sebagai pengakuan atas prestasi yang ia capai. Setelah Men’s Obsession Magazine memberinya penghargaan sebagai “The Amazing Stars: Men’s Obsession’s Though CEO’s from 2012-2013 di bulan Januari 2013, Majalah Warta Ekonomi menobatkan Jahja sebagai “Indonesia Most Admired CEO (IMAC) 2013 dibidang industri perbankan, pada tanggal 26 Februari 2013. IMAC 2013 sendiri melakukan riset keunggulan-keunggulan para CEO di Indonesia dari sisi kepemimpinan, profesionalisme, kepribadian, prestasi (performance), dan juga shared values.

Share
Hits: 1745

Universitas Indonesia  ll  Direktorat Hubungan Alumni UI 

 ILUNI FE   ll   ILUNI FH  ll  ILUNI FK  ll  ILUNI FT  ll  ILUNI FKG  ll  ILUNI Fasilkom  ll   ILUNI FIB  ll  ILUNI FIK  ll  ILUNI FISIP  ll  ILUNI FKM  ll  ILUNI FMIPA  ll  ILUNI FPSI  ll  ILUNI PASCA  ll   ILUNI VOKASI 

Copyright © 2013 - Ikatan Alumni Universitas Indonesia  - All rights reserved

Share