Menakar Kesiapan Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia? (Bagian I)

: Jum'at, 10 Oktober 2014

ILUNI UI bekerjasama dengan Chandra Motik maritime Center dan Lemhanas RI telah melaksanakan simposium dengan thema “Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia: Dari Negara Kepulauan Menuju Negara Maritim”, Kamis 9 Oktober 2014, di gedung Lemhanas Jakarta, dan dihadiri oleh sekitar 400 orang peserta.

Hadir sebagai pembicara adalah Laksamana TNI Dr. Marsetio, M.M. (Kepala Staf TNI AL), DR. Chandra Motik Yusuf (Pakar Hukum Maritim dan Ketua Umum ILUNI UI), Prof. Hikmahanto Juwana (Pakar Hukum Internasional), Dr. Connie Rahakundini Bakrie (Ahli Ilmu Pertahanan), Laksamana Muda (Purn) Robert Mangindaan (Alumni Lemhanas), Harry Boediarto (Direktur Lalu-lintas & Angkutan Laut, Kemenhub), Carmelita Hartoto (Ketua Umum INSA), dan Eddy Kurniawan Logam (Ketua Umum IPERINDO).

Simposium ini, selain menegaskan komitmen ILUNI UI dalam mengawal pembangunan nasional, juga dimaksudkan untuk menakar kesiapan Indonesia menjadi “Poros Maritim Dunia” yang didengungkan Presiden RI Terpilih, Ir. Djoko Widodo.

Dari pemaparan para pakar, praktisi dan pejabat pemerintah yang hadir, terungkap bahwa masih sangat banyak permasalahan mendasar yang harus segera diselesaikan apabila bangsa Indonesia ingin mencapai kejayaan maritim.

Dr. Chandra Motik Yusuf, misalnya, menegaskan masih belum memadainya perangkat hukum yang mampu mengatur tata kelola maritim nasional yang menyeluruh dan komprehensif. Banyak peraturan dan kewenangan antar instansi pemerintah yang tumpang tindih dalam penagakan hukum di laut. Ia juga mempertanyakan komitmen dan konsistensi pemerintah serta parlemen Indonesia didalam mendukung pembangunan industri maritim nasional yang menyeluruh dan berkesinambungan.

Chandra Motik mengaku gembira dengan komitmen Jokowi – JK yang ingin membangun Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Menurutnya, tekad Jokowi – JK tersebut telah menggugah kesadaran kolektif bangsa Indonesia untuk kembali memandang laut sebagai kekuatan masa depan. Dan untuk keberhasilan program penting tersebut, selain keberanian Jokowi – JK menempatkan menteri profesional dibidang maritim, tentu juga membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa Indonesia.

Sementara Prof. Himahanto menyoroti “trademark” politik luar negari Presiden SBY selama sepuluh tahun terakhir dengan apa yang disebut "Thousand Friends, Zero Enemies" yang tidak mampu memberikan solusi efektif bagi kedaulatan maritim nasional dan bahkan kadang justru menormorduakan kepentingan nasional.

Di sisi lain, Laksamana YNI Dr. Marsetio, M.M. menegaskan bahwa kekuatan laut akan menjadi penentu keberhasilan mewujudkan Indonesia sebagai “Poros Maritim Dunia”. Dengan angkatan laut yang kuat, didukung dengan armada tangguh yang canggih dan SDM yang patriotis-profesional, Indonesia akan disegani dan dihormati di kawasan laut Asia bahkan dunia. Dan untuk itu tentu dibutuhkan anggaran yang memadai.

Banyaknya permasalahan dibidang maritim juga diungkapkan oleh kalangan pelaku usaha. Carmelita Hartoto menilai bahwa industri maritim nasional masih banyak membutuhkan insentif dan keberpihakan pemerintah agar mampu bersaing dengan pelayaran niaga asing. Secara tersirat, Carmelita mengharapkan agar pemerintahan Jokowi – JK lebih baik memberdayakan pelayaran niaga nasional dan pelayaran rakyat dibanding membangun “tol laut”.

Demikian juga dengan industri galangan kapal yang seharusnya menjadi salah satu pilar industri maritim nasional. Eddy Kurniawan Logam menegaskan bahwa pemerintah belum memberikan dukungan yang signifikan. Ia mengibaratkan industri galangan kapal nasional seperti “bayi tanpa rupa”, selain tidak mendapatkan dukungan dari industri keuangan dan lain-lain, industri galangan kapal juga dibebani dengan pajak dan bea masuk yang besarnya berkisar antara 16 hingga 23,5 persen. Akibatnya biaya produksi membengkak, sehingga perusahaan pelayaran nasional lebih memilih membeli kapal dari luar negeri karena lebih murah. (Bersambung)

Share
Hits: 1598

Universitas Indonesia  ll  Direktorat Hubungan Alumni UI 

 ILUNI FE   ll   ILUNI FH  ll  ILUNI FK  ll  ILUNI FT  ll  ILUNI FKG  ll  ILUNI Fasilkom  ll   ILUNI FIB  ll  ILUNI FIK  ll  ILUNI FISIP  ll  ILUNI FKM  ll  ILUNI FMIPA  ll  ILUNI FPSI  ll  ILUNI PASCA  ll   ILUNI VOKASI 

Copyright © 2013 - Ikatan Alumni Universitas Indonesia  - All rights reserved

Share