Dukungan Tokoh Nasional Terhadap Deklarasi Politik ILUNI UI

: Sabtu, 29 Maret 2014

Dialog dan uji publik terhadap Deklarasi Politik ILUNI UI yang digelar di Aula FKUI Salemba, 28 Maret 2014, mendapat sambutan positif dan apresiasi dari tokoh-tokoh nasional.

Diantara tokoh yang hadir adalah Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman, Wakil Presiden RI (2004-2009) Jusuf Kalla, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Gubernur Jatim Soekarwo, dan mantan KASAD Jenderal TNI (Pur) Ryamizard Ryacudu.

 

Dialog diawali dengan pembacaan Deklarasi Politik Konvensi Suara ILUNI UI oleh Ketua Umum Chandra Motik Yusuf yang didampingi Montery Darwin dan Connie Rahakundini. Chandra Motik Yusuf kembali menegaskan pentingnya kaji ulang amandemen UUD 45 yang dinilai kebablasan dan bahkan sebagian hasil amandemen tidak sejalan dengan cita-cita awal proklamasi kemerdekaan.

Dalam dialog yang dipandu oleh Effendy Gazzali dan Prof. Hamdi Muluk tersebut, tokoh-tokoh nasional yang hadir memberikan apresiasi dan dukungan terhadap inisiatif ILUNI UI untuk mengkaji dan mencari solusi-solusi cerdas untuk memperbaiki sistem ketatanegaraan.

Salah satu poin yang mendapat dukungan luas adalah penghapusan sistem politik PEMILU KADA    yang diusulkan ILUNI UI.

“Sistem politik pemilu kada, saya setuju dengan perubahan yang diajukan ILUNI UI, karena inilah yang sebenarnya banyak menimbulkan permasalahan di lapangan. Sekarang ini kerusakan-kerusakan moral mental masyarakat oleh pemilu kada dan sistem direct seperti ini, berdasarkan pengalaman saya sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi, jauh lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya, dengan sistem yang sekarang ini,” tutur Mahfud MD.

Dukungan Mahfud MD dikuatkan lagi oleh Marzuki Alie yang menegaskan tidak selarasnya koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat – provinsi dan kabupaten/kota akibat otonomi daerah yang terlalu luas dan pemilukada langsung. Sementara, Gubernur Jatim Soekarwo menyarankan agar Gubernur dan Bupati/Walikota dipilih oleh DPRD.

Para tokoh yang hadir juga mendukung usulan ditetapkannya koruptor sebagai teroris, mengingat dampak serius yang ditimbulkan dari praktek-praktek tindak korupsi.

Jusuf Kalla di penghujung acara memberikan wejangannya bahwa demokrasi yang terlalu liberal yang dipraktekkan di Indonesia memang perlu ditata ulang. Menurutnya, sistem demokrasi tidak dapat copy paste dari sistem demokrasi di negara lain, melainkan harus diselaraskan dengan jati diri suatu bangsa.

Sementara Jenderal TNI (Pur) Ryamizard Ryacudu mendukung penuh seluruh isi Deklarasi Politik ILUNI UI, terutama soal kaji ulang amandemen UUD 45, asalkan itu dilakukan oleh putra-putri bangsa sendiri, tidak ada campur tangan dari negara-negara lain melalui lembaga-lembaga konsultan asing yang disinyalir selama ini banyak berperan.

Di akhir acara, Montery Darwin yang menjadi Ketua Tim Program Kaji Jati Diri Bangsa dan Negeri ILUNI UI menyampaikan bahwa Deklarasi Politik Konvensi Suara ILUNI UI akan terus disosialisasikan kepada masyarakat luas. Setelah Pemilu Presiden 2014, ILUNI UI merencanakan untuk mengundang para calon Presiden dan Wakil Presiden untuk berdialog dan membahas Pokok-Pokok Pikiran Suara ILUNI UI untuk Pembangunan Bangsa dan Negeri.

Share
Hits: 1811

Universitas Indonesia  ll  Direktorat Hubungan Alumni UI 

 ILUNI FE   ll   ILUNI FH  ll  ILUNI FK  ll  ILUNI FT  ll  ILUNI FKG  ll  ILUNI Fasilkom  ll   ILUNI FIB  ll  ILUNI FIK  ll  ILUNI FISIP  ll  ILUNI FKM  ll  ILUNI FMIPA  ll  ILUNI FPSI  ll  ILUNI PASCA  ll   ILUNI VOKASI 

Copyright © 2013 - Ikatan Alumni Universitas Indonesia  - All rights reserved

Share