Gubernur Sumatera Barat dikukuhkan sebagai Ketua ILUNI Wilayah

: Rabu, 15 Januari 2014

Alumnus Psikologi UI (1988) yang juga menjabat Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, dikukuhkan sebagai Ketua ILUNI UI Wilayah Sumatera Barat oleh Ketua Umum ILUNI UI Chandra Motik Yusuf, Minggu 12 Januari 2014. Prosesi pengukuhan dilakukan di Kantor Gubernur Sumatera Barat Jl. Jend Sudirman No 51 Padang.

 

Tampak hadir Pengurus Pusat ILUNI UI---diantaranya Junino Jajha, Rainier H Daulay, Dewi ‘VJ’ Sukasah, Hj. Aziar Azis, Hani Cahyanti, Harman Setiawan, Esterina D Ruru, Leni Indrawati dan Anita Andrianie.

Dalam kepemimpinan Chandra Motik Yusuf, kepengurusan ILUNI UI Wilayah Sumatera Barat merupakan kepengurusan wilayah keempat yang sudah dikukuhkan ILUNI UI Pusat---setelah kepengurusan wilayah Kepulauan Riau, Jambi dan Sulawesi Tengah.


Mengenal Lebih Dekat Irwan Prayitno

irwan prayitnoirwan prayitno
Dikenal sebagai pribadi yang santun, Irwan Prayitno mencurahkan perhatiannya untuk mewujudkan obsesi besarnya bahwa pendidikan merupakan ujung tombak bagi bangsa ini dalam mengejar ketertinggalannya dari bangsa-bangsa lain. Kesungguhannya mengabdi kepada masyarakat membuka peluang untuk berkiprah di tataran yang lebih tinggi. Setelah terpilih sebagai Anggota DPR RI tiga kali berturut-turut, Irwan kemudian terpilih sebagai Gubernur Sumatera Barat periode 2010-2015.

Anak Minang kelahiran Jogjakarta, 20 Desember 1963, ini memiliki semangat juang yang layak menjadi inspirasi. Ketika masuk kuliah di Fakultas Psikologi UI tahun 1982, Irwan mulai mewujudkan impiannya untuk menjadi pendidik dengan mengajar di sebuah SMA swasta di Jakarta dan juga menjadi konselor pendidikan di Lembaga Nurul Fikri. Di sela-sela kesibukannya mengajar dan kuliah, ia juga mulai berbisnis buku dan pakaian jadi.

Lulus sarjana dari UI tahun 1988, Irwan pulang ke Padang dan bekerja sebagai Konsultan dan Psikolog di LPK Konsultansi ADZKIA sekaligus sebagai Direktur lembaga tersebut. Setelah mendapatkan cukup pengalaman sebagai psikolog, tahun 1991 Irwan mulai terjun lagi ke bidang pendidikan dan bekerja sebagai dosen Psikologi Industri di AKABAH Bukit Tinggi, dosen luar biasa untuk mata kuliah Psikologi Industri di FMIPA Universitas Andalas, dan dosen Psikologi Anak di PGTK-PGTQ ADZKIA Padang.

Pria berdarah Minang ini pun sangat paham dengan filosofi guru dalam pepatah Jawa bahwa guru adalah sosok yang digugu omongane lan ditiru kelakuane (dipercaya ucapannya dan dicontoh tindakannya). Baginya menyandang profesi guru berarti harus menjaga citra, wibawa, keteladanan, integritas dan kredibilitasnya. Irwan tidak hanya mengajar di depan kelas tapi juga mendidik, membimbing, menuntun, dan membentuk karakter moral yang baik bagi siswa-siswanya.

Tahun 1995, Irwan memutuskan melanjutkan pendidikannya dan kuliah di Universitas Putra Malaysia serta berhasil meraih gelar Master dibidang Human Resource Development tahun 1996. Kemudian ia meraih gelar Dokter (Ph.D) bidang Training Management di universitas yang sama tahun 2000.

Gerakan reformasi 1998 dan berubahnya peta perpolitikan nasional mendorong Irwan untuk berjuang melalui jalur politik. Aktivis HMI yang sejak muda aktif dibidang dakwah ini dipercaya menjadi Ketua Perwakilan Partai Keadilan (PK) di Malaysia. Pada pemilu 1999, ia berhasil terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Barat. Selain itu, ia kemudian juga dipercaya menjabat sebagai salah satu Ketua DPP Partai Keadilan.

Hijrah ke Jakarta, tekad Irwan Prayitno untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi masyarakat semakin kuat dan tetap fokus pada bidang yang dicintainya; pendidikan dan dakwah. Bagi Irwan, pendidikan adalah modal utama untuk meraih kemajuan bangsa, sedangkan dakwah berperan penting untuk menciptakan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Dan dengan posisinya sebagai wakil rakyat, Irwan sangat berharap perjuangannya di lembaga legislatif bisa mempercepat pencapaian masyarakat madani melalui terbitnya kebijakan-kebijakan secara nasional yang mendukung ke arah itu.

Namun terkadang Irwan dihadapkan pada pilihan sulit, saat pemerintah berencana melaksanakan Ujian Nasional yang memicu pro dan kontra. Demi mengatasi kebuntuan, sebagai pimpinan Komisi X yang membidangi masalah itu, Irwan dihadapkan pada posisi harus memilih dan akhirnya diputuskan dengan melihat kecenderungan mana yang paling mungkin. Dan yang paling memungkinkan adalah UN dilaksanakan. Menurutnya, UN itu lebih kepada perbedaan pemahaman dan cara berpikir yang tidak mungkin bisa untuk disamakan.

Sebagai anggota legislatif, ia memang tidak mempunyai kuasa dalam menjalankan program-program pemerintahan yang langsung menyentuh nasib rakyat. Hal maksimal yang bisa dilakukan hanyalah menyampaikan aspirasi masyarakat ke eksekutif dan merekalah yang menjalankannya. Kendati tidak selalu nyaman, berbagai tugas dan kewajibannya selaku politisi itu dirasakan Irwan lebih sebagai suatu kenikmatan tersendiri.

“Politisi memang tidak selalu nyaman, kita acapkali berbeda pendapat dengan berbagai pihak, kita mesti berdebat, kita mesti melakukan suatu pembelaan, rasionalisasi, hubungan ke masyarakat yang mendalam untuk memahami berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat. Nah, itu semua merupakan perjuangan,” tutur ayah dari 10 orang anak ini.

Kesungguhan dan keikhlasannya menjalankan amanah memberinya kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan. Ia juga tidak pernah memilih aspirasi mana yang harus diperjuangkan. Aspirasi dari kelompok manapun, partai manapun, itu adalah sesuatu yang bagus dan sesuatu yang rasional yang harus diperjuangkan.

“Menyalurkan aspirasi itu merupakan tanggung jawab seorang politisi. Disitulah penilaian masyarakat tentang bagus atau tidaknya seorang politisi. Kalau dia tidak bisa menyalurkan aspirasi, untuk apa menjadi wakil rakyat,” tegas politisi yang rajin mengunjungi konstituennya paling tidak sebulan sekali selama 3 hari.

Karir politiknya begitu cemerlang. Salah satu Ketua DPP PKS dan Anggota Majelis Syuro PKS ini berhasil tiga kali berturut-turut dipercaya masyarakat sebagai Anggota DPR RI. Dan tahun 2010, politisi yang santun ini terpilih sebagai Gubernur Sumatera Barat periode 2010-2015.

Share
Hits: 1725

Universitas Indonesia  ll  Direktorat Hubungan Alumni UI 

 ILUNI FE   ll   ILUNI FH  ll  ILUNI FK  ll  ILUNI FT  ll  ILUNI FKG  ll  ILUNI Fasilkom  ll   ILUNI FIB  ll  ILUNI FIK  ll  ILUNI FISIP  ll  ILUNI FKM  ll  ILUNI FMIPA  ll  ILUNI FPSI  ll  ILUNI PASCA  ll   ILUNI VOKASI 

Copyright © 2013 - Ikatan Alumni Universitas Indonesia  - All rights reserved

Share