ILUNI UI “Menggugat”: Dialog Kebangsaan Untuk Mengoreksi Reformasi Yang Kebablasan

: Senin, 10 Maret 2014

Dalam rangkaian program Kaji Diri Bangsa dan Negeri, ILUNI UI kembali menggelar Dialog Kebangsaan di Aula FKUI Salemba (8/3/2014) yang kemudian ditutup dengan pembacaan DEKLARASI POLITIK KONVENSI SUARA ALUMNI UI: “Pokok-Pokok Pikiran Suara Alumni UI untuk Pembangunan Bangsa dan Negeri” Dalam Menghadapi Perubahan Nasional 2014.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum ILUNI UI Chandra Motik Yusuf menyatakan kerisauannya atas carut-marut sistem ketatanegaraan dan penegakan hukum. Salah satu yang mendapat harus mendapat perhatian serius, menurut Chandra Motik, adalah bahwa lebih dari 80% pasal-pasal di UUD 45 hasil amandemen justru menyimpang, bertentangan atau tidak koheren dengan falsafah dasar negara Pancasila.

Ketua Umum ILUNI UI juga menyesalkan dihapusnya peran dan fungsi MPR RI sebagai Lembaga Tertinggi Negara, sehingga praktis kekuasaan politik mutlak berada di DPR dan Partai Politik. MPR RI juga tidak lagi memiliki kewenangan menetapkan arah dan tujuan pembangunan nasional (seperti GBHN) yang harus dijalankan oleh Presiden.

Hadir sebagai dalam Dialog Kebangsaan tersebut adalah Prof. Sri Edi Swasono (Guru Besar UI), Connie Rahakundini Bakrie (Pengamat Militer), Longki Djanggola (Gubernur Sulawesi Tengah), K.H. Muhammad Jazir ASP (Pusat Studi Pancasila UGM), Dr. D.A. Mamahit, M.Sc (Kepala Sesko AL) dan Boy Rafli Amar (Humas Mabes POLRI).

Dalam makalahnya, Prof Sri Edi Swasono juga menegaskan bahwa kedudukan MPR RI sebagai locus representasi dari kedaulatan rakyat harus dinyatakan secara tegas dan jelas sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 1 (ayat 2) UUD 1945 (asli): “…..Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat…”

Dari paparan para nara sumber, dari berbagai isu yang dibahas, mengerucut pada urgensi pembenahan secara mendasar terhadap ketatanegaraan, perpolitikan nasional, hingga ekonomi kerakyatan dengan mengkaji kembali UUD 45 yang harus selaras dengan filosofis dasar negara, Pancasila.

Dan dari rangkaian program Konvensi Suara Alumni UI yang telah dimulai pada bulan September 2013 melalui kajian dan dialog, ILUNI UI kemudian merumuskan Deklarasi Politik sebagai langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif bangsa Indonesia kembali pada cita-cita perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ruh perjuangan bangsa itulah yang melandasi lahirnya Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi sumber dari segala sumber hukum. Maka segela praktek kenegaraan serta peraturan perundang-undangan yang menyimpang atau bertentangan dengan Pancasila harus segera diluruskan agar bangsa Indonesia tidak kehilangan arah.

Menurut Montery Darwin, Ketua Pelaksana, Deklarasi Politik ini akan terus disempurnakan dan diharapkan dapat menjadi gerakan nasional, khususnya dalam menghadapi perubahan kepemimpinan nasional 2014.

Deklarasi Politik Konvensi Suara Alumni UIDeklarasi Politik Konvensi Suara Alumni UI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share
Hits: 2057

Universitas Indonesia  ll  Direktorat Hubungan Alumni UI 

 ILUNI FE   ll   ILUNI FH  ll  ILUNI FK  ll  ILUNI FT  ll  ILUNI FKG  ll  ILUNI Fasilkom  ll   ILUNI FIB  ll  ILUNI FIK  ll  ILUNI FISIP  ll  ILUNI FKM  ll  ILUNI FMIPA  ll  ILUNI FPSI  ll  ILUNI PASCA  ll   ILUNI VOKASI 

Copyright © 2013 - Ikatan Alumni Universitas Indonesia  - All rights reserved

Share