Longki L. Djanggola Terpilih Sebagai Ketua ILUNI UI Wilayah Sulawesi Tengah

: Minggu, 29 Desember 2013

Pengurus Pusat ILUNI UI dibawah kepemimpinan Dr. Chandra Motik Yusuf terus berusaha mendorong pembentukan kepengurusan ILUNI UI Wilayah, untuk menegaskan komitmennya dalam membangun kebersamaan dan kerjasama sinergis antar alumni UI yang berkarya di berbagai daerah dan di berbagai bidang di seluruh Indonesia.

 

Setelah pengurus ILUNI UI Wilayah Kepulauan Riau terbentuk, dengan ketua Rekaveny Respationo, dan disusul kepengurusan ILUNI UI Wilayah Jambi yang dipimpin Iskandar Zulkarnaen, kepengurusan ILUNI UI Wilayah Sulawesi Tengah berhasil dibentuk----dan segera disusul dengan pembentukan pengurus ILUNI UI Wilayah Sumatera Barat dan Wilayah Sumatera Utara.

Dalam Musyawarah Daerah ILUNI UI Sulteng di Palu, 27 Desember 2013, Longki L Djanggola terpilih sebagai Ketua ILUNI Wil. Sulteng periode 2013-2016. Lulusan FMIPA UI tahun 1983 ini diharapkan dapat menjadi perekat sekaligus motor penggerak bagi ratusan alumni UI di Sulawesi Tengah agar dapat semakin meningkatkan peran dan kontribusinya bagi masyarakat dan pembangunan di daerah.


Mengenal Sosok Longki L. Djanggola

Longki L Djanggola: Ketua ILUNI Wilayah Sulawesi Tengah Periode 2013-2016Longki L Djanggola: Ketua ILUNI Wilayah Sulawesi Tengah Periode 2013-2016Karir panjangnya di birokrasi pemerintahan dan organisasi politik menegaskan ketangguhan dan komitmen dalam mengabdi. Ia memulai karirnya dari tangga paling bawah hingga akhirnya sampai pada puncak karirnya ketika ia terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Tengah periode 2011-2016.

Lulusan Fakultas MIPA UI tahun 1983 ini memang dikenal sebagai aktivis. Ia pernah menjadi Wakil Ketua BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) FMIPA UI dan Ketua Generasi Muda Sulawesi Tengah, di Jakarta (GMST). Kegemarannya berorganisasi ini ia teruskan ketika ia berkarir sebagai PNS di lingkungan Pemda Sulawesi Tengah. Diantaranya ia dipercaya sebagai Ketua Presidium Pemuda Pancasila Sulawesi Tengah, Pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim (ICMI) Prov. Sulawesi Tengah, Sekretaris DPD MKGR Sulawesi Tengah, Wakil Ketua DPD IPKI Sulawesi Tengah, Wakil Sekretaris DPD Golkar Sulawesi Tengah, dan berbagai organisasi sosial kemasyarakatan lainnya, termasuk sebagai Wakil Ketua Bidang Pembangunan pada Yayasan Mesjid Raya “BAITURRAHIM” Lolu, Palu.

Tidak diragukan, aktivitasnya di berbagai organisasi itu menjadi bukti besarnya semangat dan tekad Longki dalam berusaha memberikan pengabdian kepada masyarakat. Melalui organisasi-organisasi itu pula, ia berhasil menajamkan kepekaannya terhadap berbagai masalah yang di masyarakat, selain tentunya membentuk karakter kepemimpinannya yang kuat.

Ia memiliki semangat pantang menyerah, yang ia tunjukkan ketika ia memulai karir dari bawah pada tahun 1983, sebagai staf di Kantor Perwakilan Pemda Sulawesi Tengah di Jakarta. Setahun kemudian ia dipercaya sebagai Kepala Perwakilan Pemda Sulawesi Tengah di Jakarta. Berkat kesungguhannya, perlahan-lahan karirnya di pemerintahan semakin meningkat.

Tahun 1989 Longki diminta pulang ke Sulawesi Tengah dan bertugas sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Kesehatan Propinsi Sulteng. Cukup lama menjabat sebagai Kabag TU, tahun 1998 ia dipercaya sebagai Kepala Biro Humas Pemda Sulawesi Tengah dan selanjutnya sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2001.

Berkat pengalamannya yang banyak di jajaran birokrasi, tahun 2002 Longki diangkat sebagai Pejabat Bupati Parigi Moutong, yang merupakan hasil pemekaran wilayah Kabupaten Donggala. Ia pun bertugas untuk mempersiapkan berbagai sarana prasarana pemerintahan Kabupaten Parigi Moutong yang baru terbentuk.

Dengan bekal pengalamannya yang panjang baik di organisasi sosial kemasyarakatan maupun di jajaran birokrasi pemerintahan, Longki berhasil memimpin daerah pemekaran ini dengan baik. Tokoh yang piawai membangun komunikasi dan kerjasama ini dinilai berhasil membangun sarana prasarana pemerintahan, baik fisik maupun non fisik.

Pada tahun 2003, Longki maju sebagai Calon Bupati dan berhasil memenangkan Pilkada Parigi Moutong. Sebagai Bupati Parigi Moutong pertama, Longki pun dituntut untuk bekerja keras guna meletakkan pondasi yang kuat bagi pembangunan kabupaten baru, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan masyarakat. Selain itu, ia pun harus melakukan pembangunan fisik, mulai dari gedung-gedung perkantoran pemerintah hingga jalan dan jembatan. Dan berkat keberhasilan kepemimpinannya, tahun 2008 ia kembali memengkan pilkada Parigi Moutong dan diberi mandat sebagai Bupati untuk periode kedua.

Salah satu prestasinya yang menonjol adalah keberhasilan Longkin dalam program pengentasan kemiskinan melaui pemberdayaan masyarakat. Selain bantuan rumah layak huni, ia berhasil merealisasikan bantuan alat tangkat bagi nelayan tradisional yang jumlahnya mencapai lebih dari 1000 unit. Prestasi menonjol lainnya adalah keberhasilannya menjadikan kabupaten Parigi Moutong sebagai ‘lumbung padi’ baru di kawasan Sulawesi Tengah. Dengan total luas lahan sawah sekitar 31 ribu hektar, tahun 2005 kabupaten yang dipimpinnya berhasil memproduksi 224 ribu ton beras sehingga surplus beras mencapai 83 ribu ton lebih. Atas prestasinya, Longki pun memperoleh banyak penghargaan tingkat nasional, diantaranya penghargaan Upakarti Jasa Kepedulian Tahun 2010.

Karena berbagai keberhasilan yang ia torehkan di kabupaten yang baru berdiri tersebut, berbagai kalangan mendorong Longki untuk ikut maju dalam pemilihan gubernur Sulawesi Tengah tahun 2011. Dan sosok birokrat yang mengawali karirnya dari bawah akhirnya memenangkan pemilihan gubernur dan dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Tengah periode 2011-2016.

Share
Hits: 1298

Universitas Indonesia  ll  Direktorat Hubungan Alumni UI 

 ILUNI FE   ll   ILUNI FH  ll  ILUNI FK  ll  ILUNI FT  ll  ILUNI FKG  ll  ILUNI Fasilkom  ll   ILUNI FIB  ll  ILUNI FIK  ll  ILUNI FISIP  ll  ILUNI FKM  ll  ILUNI FMIPA  ll  ILUNI FPSI  ll  ILUNI PASCA  ll   ILUNI VOKASI 

Copyright © 2013 - Ikatan Alumni Universitas Indonesia  - All rights reserved

Share