Dr. Asmuwahyu Saptorahardjo dan Kantong Plastik Berbahan Dasar Singkong

: Sabtu, 14 Desember 2013

Dr Asmuwahyu Saptorahardjo berhasil menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang berhasil memproduksi kantong plastik berbahan dasar singkong skala industri.

Satu lagi terobosan penting yang dimotori salah satu alumni kimia UI, DR. Asmuwahyu Saptorahardjo yang juga pernah menjabat Ketua Departemen Kimia FMIPA UI periode 1992 – 1995. Dalam upaya menyelamatkan lingkungan hidup, salah satu pakar UI ini berhasil melakukan riset kantong plastik berbahan dasar singkong. Penemuannya tersebut mengantarkan Asmuwahyu dan tim meraih penghargaan dari LIPI, mengalahkan tim dari PT Krakatau Steel dan PT Dirgantara Indonesia.

Bilka kantong plastik biasa akan terurai dalam waktu 20 tahun, hasil penelitian yang dilakukan tim yang dipimpin Asmuwahyu membuktikan bahwa kantong plastik dari singkong ini terurai hanya dalam jangka 2 bulan di lingkungan alami. Kantong plastik ini merupakan polimer biodegradable, yang dapat terurai di alam dengan bantuan mikroorganisme dan air.

Sisa uraiannya menjadi kompos yang aman untuk lingkungan serta makhluk hidup. Hasil uraian kantong
plastik ini adalah karbondioksida (CO2), air (H2O) dan biomasa. Kantong plastik dari singkong  yang terurai di dalam tanah, akan menambah kemampuan tanah untuk mengikat air, sehingga meningkatkan daya serap air dari tanah.

Selain oleh mikroorganisme, kantong plastik ini juga dapat dimakan oleh binatang seperti serangga, siput, serta hewan kecil lainnya, baik di darat maupun di air, tanpa menimbulkan akibat buruk seperti efek racun atau bahaya lainnya.

Kantong ini juga tidak menghasilkan gas kimia berbahaya atau residu lelehan bila dibakar. Kantong plastik berbahan dasar singkong ini dinilai sebagai solusi untuk masalah sampah plastik dan terbebas dari dampak negatif terhadap lingkungan.  

Asmuwahyu dan tim memulai riset ini 4 tahun lalu sampai akhirnya menjadi produk plastik. Lalu dilakukan uji coba pada tahun 2011, dan berhasil diluncurkan pada 2 November 2012. Proses pembuatannya, singkong terlebih dahulu harus diekstrak untuk mendapatkan bentuk kanji. Dari 1 kg singkong, sebanyak 60% diambil kanjinya. Lalu dicampur dengan zat aditif lain. Dalam 1 bulan Asmu dan tim bisa memproduksi 300 ton dengan perkiraan 1 kg kanji bisa menghasilkan 40 lembar plastik dengan ukuran tebal plastik 20 mikron.

Saat ini, kantong plastik berbahan baku singkong tersebut mulai diproduksi secara komersial oleh PT Inter Aneka Lestari Kimia, dimana Asmawahyu bertindak sebagai konsultan teknik. Karena harganya yang relatif lebih mahal dibanding kantong plastik biasa, untuk sementara produk plastik ramah lingkungan ini lebih banyak digunakan di hotel-hotel dan rumah sakit-rumah sakit.

Share
Hits: 2479

Universitas Indonesia  ll  Direktorat Hubungan Alumni UI 

 ILUNI FE   ll   ILUNI FH  ll  ILUNI FK  ll  ILUNI FT  ll  ILUNI FKG  ll  ILUNI Fasilkom  ll   ILUNI FIB  ll  ILUNI FIK  ll  ILUNI FISIP  ll  ILUNI FKM  ll  ILUNI FMIPA  ll  ILUNI FPSI  ll  ILUNI PASCA  ll   ILUNI VOKASI 

Copyright © 2013 - Ikatan Alumni Universitas Indonesia  - All rights reserved

Share